

Seribu genteng dan bumbungan lawas didapat dari Klaten mulai dipasang. Kerangka kayu mulai terlindungi dari panas dan hujan.






Bebersih halaman dilakukan oleh pak Dwi sejak awal, sejak proses pengeboran sumur. Banyaknya sampah yang menumpuk mulai digeser, kemudian terpaksa dibakar, munculkan asap yang mengganggu.
Setelah pengerjaan atap dan lantai hampir selesai, proses pembangunan melebar ke Timur, menggali lubang-lubang pondasi untuk tiang-tiang kamar mandi.
Tinggalkan Balasan