
Obah Mamah sederhananya diterjemahkan sebagai bekerja untuk makan. Bagi kami di TPJ, terjemahannya menjadi ‘selalu bergerak demi kehidupan’.
Berdampingan dengan ungkapan Jawa lain urip iku urup, obah mamah mengingatkan kami untuk terus berpikir, bekerja, berusaha dengan sebaiknya untuk mengisi waktu hidup.
Bergerak bagi kami tidak hanya berhenti pada aktivitas bermimpi atau beride. Bergerak itu usaha merealisasikan ide atau mimpi. Biar kecil, sedikit, atau pelan, tetap perlu bergerak.
Tinggalkan Balasan