Satu tetangga di Utara selain pak Yudi adalah ibu Nurmala Sianturi. Dari Sumatera Barat, mamih – panggilan sehari-harinya, menamai bangunan itu paranginan, seperti nama kampungnya, yang kira-kira berarti banyak angin berhembus dari segala penjuru mata angin.
Keempat sisi warung memang dapat dibuka, menjadikan bangunan itu menjadi ‘transparan’ dengan lingkungannya.
Tinggalkan Balasan