Sebuah rumah di seberang Realino sedang dibongkar bagian belakangnya – nampaknya akan dijadikan kos-kosan. Di depannya nampak sebuah pintu kayu teronggok di atas puing. Adalah berkah, ketika bertanya pada seorng pekerja di sana, apakah boleh pintu itu diadopsi, dan diperbolehkan. Jadilah pintu itu dibawa ke kosan yang jaraknya hanya 20 langkah kaki dari situ. Terima kasih semesta.

Di lain waktu, kumpulan kayu bekas limasan terlihat melintas di layar Facebook Marketplace. 12 kayu nangka lawas berukuran tidak kurang dari 14cm, sebuah kusen pintu, dan dua kusen jendela kayu jati menjadi material awal pembangunan mimpi.





Tinggalkan Balasan