Sebuah pojok jalan masuk sebuah perumahan yang sejak lama ditumbuhi semak belukar dan menjadi tempat penampungan sampah sembarang, kini menjadi tempat terbuka yang semoga dapat ikut menyegarkan Jogja bagian utara.
Ada yang bilang bangunannya seperti bedeng sementara untuk istirahat para pekerja proyek pembangunan. Ada yang bilang ia seperti kafe kekinian anak-anak Gen Z. Kami menyebutnya warung seadanya. Semcam warmindo yang agak ‘laen’.







Tinggalkan Balasan