Warung ini diberi nama Tegal Pakel oleh Eyang Sumo, ibu dari Genep Sukendro, satu dari tiga pemilik warung. Tegal Pakel merupakan nama ‘purba’ dari dusun Pangukan, nama wilayah di mana warung kini berada. Oleh Genep, kata ‘Jaya’ ditambahkan di belakangnya, menegaskan ‘rasa’ zaman dulu.





Ibu Ria memberkati warung Tegal Pakel jaya dengan ‘sajen’ dari pelepah bunga pisang yang menjadi wadah tanaman keladi mini yang dibawanya dari Cileungsi.


Tinggalkan Balasan