Warung Wareg Waras di Jogja Utara

  • Warung sebagai Ruang Pamer

    Membaca adanya ‘lowongan’ untuk pengajuan proposal di Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, TPJ memberanikan diri untuk terlibat. Pertama dengan membantu menyebarluaskan berita itu, yang kedua, memberanikan diri mengajukan sebuah gagasan. Mengetahui ada pasaran atau pahingan di depan warung setiap lima hari sekali, TPJ menyodorkan sebuah proposal untuk mengemukakan ‘seni rendahan’, atau kitsch, sebgai bentuk ekspresi…

  • Obah Mamah

    Obah Mamah sederhananya diterjemahkan sebagai bekerja untuk makan. Bagi kami di TPJ, terjemahannya menjadi ‘selalu bergerak demi kehidupan’. Berdampingan dengan ungkapan Jawa lain urip iku urup, obah mamah mengingatkan kami untuk terus berpikir, bekerja, berusaha dengan sebaiknya untuk mengisi waktu hidup. Bergerak bagi kami tidak hanya berhenti pada aktivitas bermimpi atau beride. Bergerak itu usaha…

  • Oktober 2025

  • September 2025

  • Tempat Main

    Semalam ada latihan di pelataran barat.. pagi ada salon kaget.. lucunya dunia ini.

  • Singkong dari Eyang

    Hari ini hari Rabu. Ada Pahingan di depan warung. Pasar kaget setiap lima hari itu menambah ceria jalanan di depan warung, jalan Dr. Radjimin. Rezeki konon gak akan ke mana. Kemarin dikirimi singkong sebesar lengan. Dikupas, dicuci, dikukus, digoreng, memang singkong itu sedap diapakan saja. Warung saat Pahing makin ceria.

  • Agustus 2025

  • Juli 2025

  • Juni 2025

  • Sleman Pahingan

    Setiap lima hari ada pasar kaget di sepanjang jalan di depan warung TPJ. Banyak pedagang menggelar barang bekas dan baru di atas terpal biru. Beberapa benda warung TPJ di dapat dari keriaan sejak pagi sampai siang itu. Satu di antara para pedagang, ada pak Agus yang bersedia melakukan barter jam dinding dengan dua gelas kopi…

Ada masukan?